Loading

Tips Sehat Selama Puasa dengan Asupan Gizi Seimbang

Oleh: Nina Andini, A.Md.Gz

Puasa adalah tindakan untuk menahan nafsu makan, minum, perbuatan buruk, dan dari segala hal yang bisa membuat puasa batal. Selain meningkatkan keimanan, berpuasa juga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan. Agar kedua tujuan itu dapat tercapai, perlu pengaturan pola makan secara khusus.

Pola makan dapat mengarah pada pola makan sehat dan tidak sehat.  Pola makan yang tidak sehat selama puasa ramadhan seperti sering mengkonsumsi  makanan siap saji, melewatkan makan sahur dan mengkonsumsi makanan dengan porsi yang berlebihan.  Pola makan yang sehat adalah suatu cara atau usaha  dalam pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan maksud  antara lain untuk mempertahankan kesehatan dan status gizi selama berpuasa dengan mengatur asupan gizi saat berbuka dan sahur.

Dari aspek gizi, puasa paling tidak akan mengurangi asupan zat gizi, terutama energi, sekitar 20-30 persen. Namun dari aspek kesehatan, puasa ternyata memberi manfaat kesehatan terhadap tubuh. Melalui puasa kita bisa mengistirahatkan kerja organ pencernaan dan menjadi salah satu proses detoksifikasi bagi tubuh. Bahkan di negara-negara maju, puasa dijadikan salah satu terapi (fasting therapy) untuk penyembuhan beberapa penyakit degeneratif. Selama berpuasa terjadi perubahan pola makan dari tiga kali menjadi dua kali sehari, dengan jadwal juga berubah.

Tips menjaga kesehatan selama berpuasa:

  1. Sebaiknya menu makanan saat berpuasa jangan terlalu berbeda dengan menu makanan sehari-hari.
  2. Harus disiplin dalam mengontrol makan. Jangan lapar mata saat sahur atau berbuka puasa.
  3. Setiap kali makan (sahur dan berbuka), makanan yang disajikan harus mengandung zat gizi lengkap, yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran dan buah.
  4. Pilihlah sumber karbohidrat kompleks, seperti oat, nasi merah, roti gandum. Karena, bahan makanan tersebut mampu mencerna energi secara lambat selama waktu puasa.
  5. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah yang kaya serat. Kandungan serat akan dicerna tubuh dalam waktu lama sehingga membuat perut kenyang lebih lama.
  6. Penuhi kebutuhan cairan setiap hari. Minumlah air putih minimal sebanyak 8 gelas per hari. Konsumsi cairan yang cukup berguna untuk mencegah konstipasi dan dehidrasi.
  7. Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, seperti teh dan kopi. Kafein dapat menstimulasi pengeluaran air dari dalam tubuh melalui air kemih.
  8. Kurangi konsumsi makanan yang asin. Pasalnya, makanan tinggi garam akan membuat cepat haus.
  9. Hindari makanan yang berlemak dan tinggi akan kandungan gula. Karena makanan tersebut akan mudah cerna sehingga membuat anda mudah lapar.
  10. Selalu melakukan makan sahur setiap hari. Dengan mengkonsumsi makanan seimbang saat sahur, maka mampu memenuhi kebutuhan energi untuk berpuasa dan mampu mengatur kadar gula darah.
  11. Apabila perlu, konsumsi suplemen yang berisi mineral dan vitamin untuk membantu pross metabolisme tubuh.
  12. Lakukan akyivitas fisik selama berpuasa. Minimal berjalan kaki selama 30 menit menjelang buka puasa.
  13. Usahakan untuk tidur selama 6-8 jam per hari guna mencegah kelelahan selama menjalankan ibadah puasa.

Yang sebaiknya dihindari saat berpuasa:

  1. Hindari minman yang terlalu dingin (penambahan es batu dalam jumlah banyak). Es batu dapat membuat pembuluh darah berkontraksi dan menyebabkan gangguan saluran pencernaan. Es dapat menahan rasa lapar sehingga hidangan lain yang lebih bergizi tidak dapat disantap, akibatnya akan mengurangi asupan zat gizi yang sangat diperlukan tubuh untuk memulihkan stamina.
  2. Rasa manis dalam minuman sebaiknya diperoleh dari rasa alami buah-buahan atau gula alami, seperti madu dan gula pasir.
  3. Minuman yang mengandung soda sebaiknya jangan langsung dikonsumsi saat berbuka puasa. Karena soda tidak mampu menghidrasi tubuh dengan baik dan sering menimbulkan rasa tidak enak di perut.
  4. Pada saat sahur tidak disarankan mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan, dengan tujuan menabung makanan dan hindari minuman manis karena kadar gula cepat turun dan rasa lapar bisa cepat timbul atau hipoglikemia. Konsumsi berlebihan justru memperburuk kondisi tubuh di siang hari.

Jadi, pola makan saat puasa perlu disesuaikan dengan perubahan frekuensi makan. Jumlah makanan saat puasa disesuaikan dengan kondisi diri. Komposisi makanan harus seimbang, cairan harus tercukupi, dan pemilihan jenis dan suhu minuman juga harus sesuai sehingga kita dapat menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa.

Leave a Comment

× Halo, Anda mau daftar Konsultasi Online?