Loading

PENUHI KEBUTUHAN GIZI, CEGAH STUNTING

Oleh: Nina Andini, A.Md.Gz

Apa itu Stunting?

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waku yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi bdan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Balita pendek adalah balita dengan status gizi berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut umur bila dibandingkan dengan standar baku WHO, ilai Z-scorenya kurang dar -2SD dan dikategorikan sangan pendek jika nilai Z-scorenya kurang dari -3SD (Kemenkes RI, 2011)

Menurut WHO, stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak akibat asupan nutrisi yang buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat

Faktor-faktor penyebab Stunting

Stunting dapat disebabkan oleh berbagai faktor:

  1. Faktor keluarga dan rumah tangga yang meliputi faktor maternal berupa nutrisi yang kurang
  2. Maknaan tambahan/komplementer yang tidak adekuat
  3. Paktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan.
  4. Masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan) Post Natal Care dan pembelajaran dini yang berkualitas.
  5. Masih kurangnya asks rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi. Hal ini dikarenakan harga makaan bergizi di Indonesia masih tergolong mahal.
  6. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi

Ciri-ciri anak Stunting

Untuk mencegah terjadinya stunting, terdapat beberapa ciri-ciri stunting yang harus diperhatikan yaitu:

Dampak stunting

Dampak jangka pendek dari stunting adalah di bidang kesehatan yang dapat menyebabkan peningkatan mortalitas dan morbiditas, di bidang perkembangan berupa penurnan perkembangan kognitif, motorik dan bahasa dan di bidang ekonomi berupa peningkatan pengeluaran untuk biaya kesehatan.

Dampak jangka panjang dari stunting adalah di bidang kesehatan berupa perawakan yang pendek, peningkatan resiko untuk obesitas dan penurunan kesehatan reproduksi, di bidang perkembangan berupa penurunan prestasi dan kapasitas belajar dan di bidang ekonomi berupa penurunan kemampuan dan kapasitas kerja. Stunting dapat mengakibatkan penurunan intelegensia (IQ), sehingga prestasi belajar menjadi rendah dan tidak dapat melanjutkan sekolah.

Pencegahan Stunting

            Pencegahan stunting sangat penting dilakukan. Apa saja langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting? Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Selain itu, perempuan yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.
  2. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan, ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan.
  3. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat, Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting.
  4. Terus memantau tumbuh kembang anak, Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak, terutama dari tinggi dan berat badan anak.
  5. Selalu jaga kebersihan lingkungan, Anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting.
Daftar Pustaka

Kurniati, Paskalia Tri and Sunarti. 2020. STUNTING DAN PENCEGAHANNYA. s.l. : Penerbit Lakeisha, 2020.

Oktaviani, Ni Putu Wiwik. 2022. Siaga Stunting di Indonesia. s.l. : Yayasan Kita Menulis, 2022.

2019. Pencegahan Stunting Pada Anak. promkes.kemkes.go.id. [Online] Kementerian Kesehatan, Maret 28, 2019. [Cited: April 20, 2022.] https://promkes.kemkes.go.id/pencegahan-stunting.

Leave a Comment

× Halo, Anda mau daftar Konsultasi Online?